BMKG Catat 497 Gempa Tektonik Getarkan Sulawesi Utara Sepanjang September 2026, 333 di Antaranya Gempa Dangkal
MANADO — Ketua Tim Data dan Informasi Stasiun Geofisika Manado, Kamal Ardiyanto, menyebut ratusan gempa itu terekam dari pemantauan sensor yang tersebar di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Menurutnya, aktivitas gempa sepanjang periode tersebut didominasi jenis gempa dangkal.
Dari 497 kejadian, sebanyak 333 gempa terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sisanya tersebar pada kedalaman menengah hingga dalam.
"BMKG melalui Stasiun Geofisika Manado, mencatat sebanyak 497 kejadian gempa bumi yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama periode tersebut," kata Kamal di Manado, Senin.
Rentang Magnitudo M1,6 hingga M5,7
Berdasarkan magnitudonya, gempa yang tercatat memiliki rentang dari M1,6 hingga gempa terbesar berkekuatan M5,7. Sebagian besar kejadian tidak dirasakan masyarakat karena kekuatannya kecil dan berpusat di laut.
Hanya tiga gempa yang dilaporkan dirasakan warga. Getarannya terasa di Maba, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Tengah, Manado, Ternate, dan Batang Dua.
Ketiga gempa itu menjadi satu-satunya kejadian yang dampaknya sampai ke permukaan dan dirasakan langsung oleh penduduk.
Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi Jadi Titik Terpadat
Peta seismisitas dan distribusi episenter menunjukkan aktivitas gempa September 2026 terkonsentrasi di tiga wilayah utama: Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi. Konsentrasi itu menandai tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Wilayah tersebut memang berada di jalur pertemuan tiga lempeng besar, sehingga aktivitas gempa menjadi hal rutin sepanjang tahun.
Frekuensi Turun Dibanding Agustus 2026
Jumlah gempa tektonik sepanjang September 2026 lebih sedikit dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Agustus 2026, BMKG mencatat 515 kali kejadian gempa di wilayah yang sama.
Selisih 18 kejadian itu menunjukkan penurunan tipis, meski secara umum aktivitas tektonik di kawasan tersebut tetap tinggi. BMKG mengimbau warga tetap memantau informasi resmi dan mengenali jalur evakuasi di lingkungan masing-masing.