MANADO — Kepolisian Daerah Sulawesi Utara memastikan operasional SPPG di Sekolah Polisi Negara (SPN) kembali berjalan begitu dana dari Badan Gizi Nasional (BGN) ditransfer. Irwasda Polda Sulut Kombes Pol Amin Litarso menjelaskan pihaknya telah mengajukan permohonan pencairan, namun hingga kini masih menunggu realisasi.
Dana terakhir yang dipakai untuk memasak di dapur SPPG SPN habis pada 7 Oktober. Sejak 8 Oktober, tidak ada lagi aktivitas masak di fasilitas tersebut.
Pencairan Dana Kini Wajib Lewat Rencana Kebutuhan
Amin menyebut penghentian sementara ini murni kendala teknis pencairan anggaran, bukan persoalan lain. BGN kini memberlakukan aturan baru: setiap SPPG wajib mengajukan Rencana Kebutuhan (RKB) sebelum dana bisa dicairkan.
"BGN kini memperketat proses pencairan dana dengan mewajibkan setiap SPPG mengajukan Rencana Kebutuhan (RKB) terlebih dahulu," kata Amin di Manado, Kamis.
Polda Sulut juga sudah berkoordinasi dengan mitra penyedia, PT MTT. Amin berharap proses pencairan tidak memakan waktu lama agar layanan gizi bisa segera beroperasi kembali.
2.500 Penerima Manfaat Terdampak
SPPG SPN Polda Sulut melayani sekitar 2.500 penerima manfaat. Sasaran layanannya mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta siswa dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Selama operasional terhenti, Amin mengimbau pihak sekolah dan guru menyampaikan informasi kepada para murid. Ia meminta siswa untuk sementara membawa bekal dari rumah atau uang saku tambahan.
"Kami mengimbau para guru di sekolah-sekolah penerima manfaat untuk menyampaikan kepada para murid agar untuk sementara dapat membawa bekal dari rumah atau membawa uang saku tambahan. Jangan sampai terhentinya sementara makan siang ini menurunkan semangat belajar anak-anak," ujar Irwasda menambahkan.
Operasional Kembali Begitu Dana Ditransfer
Amin memastikan begitu dana masuk, operasional SPPG akan kembali bergulir. Polda Sulut terus berkoordinasi dengan BGN dan PT MTT untuk mempercepat proses pencairan.
Program makan siang di SPPG SPN sendiri menjadi salah satu layanan gizi yang menyasar kelompok rentan di Sulawesi Utara. Selain siswa sekolah, layanan ini menyentuh balita hingga ibu menyusui di wilayah Manado.